Sabtu, 24 November 2012

ASAL USUL MANUSIA



POSTING KE DUA DARI SAYA, JIKA MAU MENGCOPY SILAKAN SAJA COPY GRATIS KOK.


Asal Usul Manusia

ASAL USUL MANUSIA MENURUT AGAMA ISLAM

1.      PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Seiring dengan kehidupan yang kita jalankan selama ini, kita terkadang melupakan asal usul kita sebagai manusia. Dari sekian banyak penemuan manusia menurut ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi yang canggih, masih ada pertanyaan yang masih belum terjawab oleh manusia secara alamiah yaitu bagaimana asal usul kejadian manusia.
Diantara banyak teori-teori yang membahas asal usul manusia, tetapi disini saya akan membahas asal usul manusia menurut agama Islam yang penjabaran nya menurut yang tertera pada Al-Qur’an.
Penggolongan manusia adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Jenis kelamin seorang anak yang baru lahir adalah laki-laki atau perempuan. Anak laki-laki di kenal dengan sebutan putra/pria, anak perempuan dikenal dengan sebutan wanita.

2.      ISI MATERI

Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa Latin untuk manusia), seebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemapuan tinggi. Manusia terdiri dari berbagai macam ras, suku, bangsa,agama,budaya dan negara. Manusia disebut sebagai makhluk sosial, karena manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Manusia membutuhkan makanan dan minuman. Sumber utama makanan dan minuman manusia berasal dari tanah. Hampir tidak ada makanan dan minuman yang asal nya tidak berasal dari tanah. Begitu pun dengan asal usul manusia, manusia diciptakan oleh Allah dari tanah dan pada akhirnya akan kembali ke dalam tempat semula yaitu tanah(liang lahat), sehingga manusia tidak boleh sombong, angkuh, dan merasa dirinya paling kuat dan berjaya.Penggolongan manusia didasarkan pada jenis kelaminnya, yaitu laki-laki dan perempuan.
Asal Usul Manusia menurut Islam
Kita sebagai umat Muslim yang mengakui rukun iman yang enam, maka sepantasnya kita mengakui bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya literatur yang paling benar dan bersifat global bagi ilmu pengetahuan.

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib....” (QS. Al Baqarah (2) : 2-3)

Menurut QS. Al Hijr (15) : 28-29 Allah berfirman kepada malaikat sesungguhnya Allah akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, lalu menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya ruh. Berikut  firman Allah kepada malaikat dalam QS. Al Hijr (15) : 28-29) :

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr (15) : 28-29)

Tahapan Kejadian Manusia

Tahap-tahap kejadian manusia menurut agama Islam yaitu :

1.      Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Qur’an telah dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia pertama kali yaitu Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah kering yang dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Lalu ditiupkan roh kepadanya sehingga dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman Nya :

“Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah”. (QS. As Sajdah (32) :7)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr (15) : 26)

2.      Proses Kejadian Manusia Kedua (Hawa)
Segala sesuatu yang diciptakan Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian pula dengan manusia, Allah menciptakan manusia beserta pasangannya (lawan jenisnya).

Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan : “Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam” (HR. Bukhari-Muslim)

Dari penjelasan tersebut, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan. Perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.

3.      Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
Disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis. Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia itu dari suatu saripati(berasal) dari tanah, lalu dijadikan saripati itu air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh yaitu rahim. Kemudian  air mani itu di jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu dijadikan segumpal daging, dan segumpal daging dijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu dibungkus dengan daging. Kemudian di jadikan makhluk yang berbentuk lain.
Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).
Berikut penjabarannya :
Yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan “saripati berasal dari tanah” adalah sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dari tanah. Kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembaruan antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna.
Di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embrio berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut).hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al Qur’an :
“...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)...” (QS. Az Zumar (39) : 6)

3.      KESIMPULAN

Dari sekian pernyataan tentang asal usul manusia dapat disimpulkan bahwa asal usul manusia menurut agama Islam yaitu dari suatu saripati (berasal) dari tanah, kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Lalu ditiupkan roh kepadanya sehingga manusia itu menjadi hidup seperti saat ini.

NB : JANGAN KERAS MENGCOPY TULISAN INI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

"Tolong jangan memberikan komentar yang menusuk di hati lalu tembus di jantung admin". "please"

by : yang punya blog ini.